Minggu, 29 Juni 2014

You are what you Hear (1)



Setiap hari kita mendengarkan berbagai macam Musik. Melalui radio, ipod maupun Musik yang tidak sengaja kita dengar saat berada di tempat umum.

Musik yang kita dengarkan sehari-hari menentukan karakter dan kepribadian manusia. Secara teori hal ini sudah dibuktikan oleh Pythagoras dan pada kenyataan yang ada saat ini, kita dapat merasakan perubahan dalam diri sendiri saat mendengarkan Musik jenis tertentu.

Dalam sistem indera pendengaran, Musik atau gelombang suara yang masuk ke dalam telinga, langsung di proses oleh otak manusia. Otak manusia membentuk suatu sirkuit yang memiliki banyak jaringan dan menghubungkan seluruh sistem dalam tubuh. Saat Musik masuk ke dalam tubuh dan di proses oleh otak, maka sistem tubuh akan memberi respon, bisa respon yang positif maupun respon negatif.


Musik tidak memberi dampak langsung terhadap kondisi fisik - Musik tidak menyebabkan patah tulang misalnya, akan tetapi Musik memberi efek secara psikologis yang berarti memberi dampak jangka panjang. Proses dalam jangka panjang ini akan memberi efek sistem tubuh manusia, jika efek positif maka akan meningkatkan kualitas hidup seseorang, namun jika efek negatif maka akan menyebabkan banyak kesulitan (depresi, tidak percaya diri, tidak peduli dengan lingkungan/anti sosial dsb).




Mendengarkan Musik yang indah (menurut persepsi masing-masing manusia) tidak akan bermanfaat jika tidak di dukung oleh faktor-faktor lain. Otak manusia akan membuat koneksi antara apa yang di dengar, di lihat, di rasakan sampai dengan apa yang di makan. Misalnya, saat seseorang berusaha keras meningkatkan kualitas hidup dengan mendengarkan Musik 'bermutu' namun di lain sisi, setiap hari menonton acara gosip di televisi.

Dengan demikian kita dapat melihat dengan jelas bahwa Musik memberi pengaruh secara sosial dan emosional hingga sampai pada daya kognitif manusia.

Pilihan ada pada setiap individu, mau mendengarkan Musik yang indah dan ditunjang oleh kegiatan yang positif atau mendengarkan Musik yang indah tapi tetap tidak peduli dengan lingkungan atau bahkan mendengarkan Musik yang 'kurang bermutu' ditambah lagi lingkungan yang mengandung 'polusi tingkah laku'.

Suatu bangsa dapat dinilai dari budayanya, dimana Musik menjadi bagian dari budaya tersebut.

Sabtu, 03 Maret 2012

Frekuensi Nada = Frekuensi Manusia

Musik yang kita dengar menimbulkan rasa bahagia maupun sedih bahkan dapat menimbulkan amarah. Bagaimana Musik dapat mempengaruhi emosi manusia?
Tubuh manusia merupakan mikrokosmos dari alam semesta yang makrokosmos. Apa yang terjadi di alam semesta, semuanya saling berhubungan. Musik merupakan bagian dari alam semesta, 12 nada Musik merupakan nada dari planet-planet yang ada pada solar sistem. 
Manusia terdiri dari energi, dalam tubuh kita terdapat gelombang-gelombang elektromagnetik yang akan merespon gelombang energi lain. Musik adalah rangkaian nada-nada yang terdiri dari gelombang suara. Saat tubuh manusia mendengar Musik, maka energi dalam tubuh akan memberi respon. Pythagoras menghitung frekuensi nada-nada yang tepat dengan energi tubuh yang disebut dengan CAKRA. 

Bagian paling bawah, yang disebut Root Cakra-Muladhara, berwarna merah, merupakan nada C4.memiliki sifat; bersemangat, percaya diri dan penuh keberanian.
Sacral Cakra-Swadhisthana, berwarna oranye, merupakan nada D, bersifat; kebahagiaan, penuh keyakinan dan kaya akan ide.
Solar Plexus Cakra-Manipura, berwarna kuning, merupakan tone E,bersifat; bijaksana, jujur dan memiliki harga diri.
Heart Cakra-Anahata, berwarna hijau, merupakan nada F,bersifat; penuh kasih sayang, memiliki keseimbangan dan dapaty mengendalikan diri.
Throat Cakra-Visuddha, berwarna biru, merupakan nada G, bersifat; penuh pengetahuan, berhubungan dengan kesehatan dan komunikasi.
Brow Cakra-Ajna, berwarna indigo, merupakan nada A, bersifat; intuitif, penuh pemahaman.
Crown Cakra-Saharara, berwarna ungu, merupakan nada B, bersifat; memiliki keindahan, kreatifitas dan inspiratif.

Tidak mengehrankan mengapa Musik begitu dekat dengan perasaan/mood seseorang. Musik mampu mengungkapkan lebih dari hanya sekedar kata-kata.    

Sabtu, 15 Oktober 2011

Dahsyatnya MUSIK

Percaya atau tidak, harmoni suara yang masuk ke telinga anda mampu mengubah sesuatu. Manfaatkan kekuatannya untuk membangun mood positif. Saat musik masuk melalui telinga, dia akan mengalir sangat cepat ke otak, lalu memengaruhi hormon tubuh yang akan berdampak pada metabolisme tubuh. Musik menggetarkan emosi dan mengubah kondisi fisik manusia.

Baca selengkapnya pada majalah : Men's Health edisi Oktober 2011
Redaktur : Lucky. F.C Lombu - Nara sumber: Dian Natalina, B.Mus.Ed

Rabu, 05 Oktober 2011

Nada Yang Menyembuhkan

Harmonisasi nada dalam musik yang menyentuh emosi akan membuat tubuh lebih sehat, bahkan mampu menyembuhkan penyakit. Dua belas nada dasar dalam teori musik diatonis barat dibuat dengan perhitungan matematis alam. Bila dirangkai, akan tercipta sebuah melodi. Itu sebabnya manusia tidak bisa dipisahkan dari musik dan tubuh akan merespon dengan baik melodi tersebut. ...... Pasalnya setiap nada memiliki kualitas yang berbeda sesuai dengan cakra tubuh manusia. Melalui warna dapat diketahui jenis musik yang sesuai (dalam terapi musik). Misalnya Throat Chakra-Visuddha-Blue tone G4; untuk kesehatan, konsentrasi dan komunikasi. Crown Chakra-Sahasrara-Violet-tone B4; untuk kreatifitas dan keindahan yang juga memiliki nilai spiritual tertinggi. Baca selengkapnya: majalah PESONA - Edisi September 2011 ditulis oleh : Redaktur Monika Erika; sumber: Dian Natalina, B.Mus.Ed

Minggu, 03 Juli 2011

Musisi sebagai Musik Terapi

Terapi Musik dirancang khusus bagi setiap individu. Musik yang diberikan tidak bisa sembarangan, karena setiap nada memberi arti frekwensi berbeda-beda kepada setiap individu.Tubuh dan pikiran manusia merupakan "Harmonic map" (hubungan timbal balik antara 'inner song' dengan tingkah laku). Faktor-faktor penting dalam Musik yang perlu diperhatikan adalah:

Melody
Melodi adalah bagian penting dalam suatu musik, sesuatu yang membuat musik itu diingat. Melodi memiliki bentuk garis tertentu (nada naik atau turun). Otak manusia akan memberi respon terhadap nada-nada yang terjadi. Melodi dengan jarak interval jauh (misalnya interval 5th pada lagu “twinkle-twinkle little star”) memberi dampak psikologis yang berbeda dengan melodi pada lagu dengan jarak interval dekat (misalnya “Mary had a little lamb”).
Harmony
Harmony merupakan struktur yang terdapat dalam Musik. Harmony menekankan pada konteks emosional dari melodi yang kemudian disampaikan pada pendengarnya. Harmoni memberi warna dan mood untuk mengekspresikan suatu lagu.Harmoni consonant menghasilkan bentuk yang beragam, gembira atau sedih, terang-gelap, up-beat/slow. Sedangkan harmoni dissonant walaupun memberi bentuk yang sama dengan consonant, namun biasanya membawa dampak negatif.
Timbre
Timbre adalah kualitas dan teksture dari Musik. Pada suara manusia, timbre dapat memberi dampak mengganggu atau menenangkan. Penyanyi dengan pitch yang tepat belum tentu memberi kenyamanan bagi pendengar jika timbre suaranya terdengar mengganggu.
Words
Lirik suatu lagu menentukan arti dari lagu tersebut. Torres&Torres menjelaskan tentang lirik lagu yang terlalu banyak diulang sehingga tidak memberi arti bagi pendengarnya. Lirik lagu sebaiknya mudah dimengerti dan memiliki arti. Relevan dengan komposisi musiknya.
Rhythm dan Tempo
Rhythm terjadi setiap saat dalam kehidupan kita. Dalam tubuh manusia (detak jantung, denyut nadi, pernafasan, tekanan darah, kontraksi otot dsb) dan juga lingkungan hidup kita (binatang, tumbuhan). Penelitian menunjukkan bahwa auditory cortex dan motor cortex menstimulasi pergerakan rhythm. Ritmik yang didengar manusia memberi respon terhadap pergerakan tubuh. Rhythm salah satu hal penting dalam Musik, memberi efek terhadap pendengar akan suatu lagu. Terdapat empat faktor dasar pada rhythm[1] “Music Therapy, Sensory Integration and the Autistic Child” by Dorita S.Berger", yaitu:
Pulse. Pulse atau biasa disebut ‘beat’ merupakan ketukan yang menunjukkan kuat atau lemahnya beat, misalnya pada irama march empat ketuk, strong-weak-strong-weak ketukan kuat jatuh pada hitungan satu dan tiga. Dalam tubuh manusia ketika secara psikologi pulse berada pada fase tidak menentu maka pulse tersebut akan berdampak pada kondisi tubuh seperti efek domino yang akan menjalar ke seluruh bagian tubuh. Dalam hal ini Musik terapi sangat diperlukan untuk membentuk fungsi motorik dan ritmik dalam tubuh yang sesuai dengan kondisi fisik pendengar.
Pattern
. Ritmik pulse akan membentuk ritmik pattern dalam suatu Mu
sik. Ritmik pattern memberi signal pada otak untuk selalu merespon variasi ritmik pada musik yang didengar. Otak akan lebih mudah memproses ritmik dengan pattern daripada ritmik yang acak sehingga tubuh akan menerima dengan teratur pula.
Repetition
. Ritmik yang efektif adalah ritmik yang memiliki pengulangan secara natural. Ritmik repetition memiliki kekuatan dalam mengendalikan tubuh manusia untuk tetap stabil, fokus dan mampu beradaptasi dengan keadaan sekitarnya.
Tempo
.
Tempo merupakan kecepatan dari ritmik. Variasi tempo memberi respon yang berbeda pada otak. Musik dengan tempo very slow memberi respon otak untuk tenang dan beristirahat. Tempo cepat merangsang otak untuk bekerja cepat, ini sangat efektif bagi terapi yang membutuhkan respon pada motorik.Tempo dan ritmik yang disharmonik juga akan merusak tubuh. Disharmonik tempo (lebih dari range 60-120 beat/mnt) akan membuat tubuh merespon dengan tidak menentu.

Untuk memberikan terapi Musik yang tepat, sangatlah dibutuhkan pengetahuan akan Musik secara mendalam.

sumber:materi kuliah Master Degree of Music Therapy-Institut Musik Daya Indonesia



Kamis, 23 Juni 2011

Stress Management with Music

*photo:Nicholas_T

"Music is invisible, BUt we Know it's there.
We cannot touch it, BUt it can be Played.
We cannot taste it, BUt it can be Savored.
We cannot smell it, yet it fills the air with Fragrance.
Once the Tao of Music is felt, it is never Forgotten.

*the TAO of Music*

Musik selalu ada di sekitar kita. Bunyi-bunyi yang membuat kebisingan bagi telinga seringkali kita alami. Bunyi bising orang berbicara, bunyi kendaraan, klakson, bunyi mesin-mesin pabrik tempat kita bekerja bahkan bunyi musik yang selalu kita dengar di mall, yang kadangkala tidak ingin kita dengarkan (karena lagu-lagu yang tidak sesuai dengan mood kita saat itu). Semua bunyi yang mengganggu ini dapat menimbulkan tekanan dalam diri sendiri, membangkitkan emosional yang tidak baik sehingga mengakibatkan kondisi psikis yang tidak seimbang. Hal ini seringkali ditunjang dengan rutinitas yang membuat stress berkepanjangan. Pada akhirnya emosi yang tidak seimbang tentu akan berpengaruh terhadap kondisi fisik manusia.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi seperti ini:
  1. Relax, tetap tenang. Tarik nafas dalam, dengarkan dengan tersenyum.
  2. Berpikir positif denagn situasi yang kita hadapi.
  3. Melakukan pekerjaan dengan gembira.
  4. Fokus pada prioritas kegiatan/pekerjaan. Hindari berbicara yang menimbulkan argumentasi tidak penting.
  5. Melatih hidup sehat. Tidak mengkonsumsi makanan/minuman yang tidak berguna bagi tubuh.
  6. Bersosialisasi. Biasakan bercerita dengan teman/sahabat untuk membangun komunikasi yang baik.
  7. Olahraga, jika ada waktu lebih lakukan olahraga secara rutin. Minimal lakukan jalan kaki ataupun naik/turun menggunakan tangga.
  8. Berpikir dengan jernih dalam menghadapi masalah.
  9. Berikan semangat kepada diri sendiri untuk bisa menghadapai situasi apapun.
  10. Ambil waktu untuk tenang dengan mendengarkan Musik yang sesuai dengan diri sendiri. Biarkan nada-nada, bunyi Musik mengalir dalam jiwa dan memberi kedamaian.
Hadapi setiap masalah dengan langkah kecil, sehingga kita bisa melewati dengan aman dan nyaman.

Senin, 13 Juni 2011

Musik Terapi bagi Penderita Kanker

Setiap manusia memiliki sel-sel kanker dalam tubuhnya yang bisa tumbuh menyebar setiap saat tergantung dari kondisi tubuh kita. Yang harus dilakukan adalah menjaga agar sel-sel ini tidak tumbuh menyebar. Musik memiliki kemampuan menstimulasi kekebalan tubuh, hal ini bisa mencegah sel-sel kanker ganas menguasai, bermutasi dan menyerang tubuh. Selain makanan yang menyehatkan dan berolahraga, melalui Musik emosi manusia akan bereaksi, hal inilah yang mendukung dalam proses penyembuhan penderita kanker. Musik terapi bagi penderita kanker secara garis besar disusun sebagai berikut:
  • bermain Musik
  • mendengarkan Musik
  • menari/bergerak mengikuti Musik
  • membuat lagu
  • menulis lirik lagu yang sesuai dengan masing-masing pribadi
Kreativitas memerlukan sel-sel elektron yang positif. Dalam sesi terapi lebih banyak dilakukan terapi Active/creative karena dengan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kreativitas akan menumbuhkan sel-sel positif dalam tubuh yang secara langsung akan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Tubuh manusia memiliki frekuensi getaran yang akan merespon frekuensi dari luar, suara-suara lingkungan sekitar, musik, bunyi-bunyi apapun akan memberi pengaruh terhadap tubuh manusia. Berikan kesempatan pada tubuh kita untuk menerima nada-nada indah yang menyelaraskan tubuh dan jiwa.







video