Minggu, 03 Juli 2011

Musisi sebagai Musik Terapi

Terapi Musik dirancang khusus bagi setiap individu. Musik yang diberikan tidak bisa sembarangan, karena setiap nada memberi arti frekwensi berbeda-beda kepada setiap individu.Tubuh dan pikiran manusia merupakan "Harmonic map" (hubungan timbal balik antara 'inner song' dengan tingkah laku). Faktor-faktor penting dalam Musik yang perlu diperhatikan adalah:

Melody
Melodi adalah bagian penting dalam suatu musik, sesuatu yang membuat musik itu diingat. Melodi memiliki bentuk garis tertentu (nada naik atau turun). Otak manusia akan memberi respon terhadap nada-nada yang terjadi. Melodi dengan jarak interval jauh (misalnya interval 5th pada lagu “twinkle-twinkle little star”) memberi dampak psikologis yang berbeda dengan melodi pada lagu dengan jarak interval dekat (misalnya “Mary had a little lamb”).
Harmony
Harmony merupakan struktur yang terdapat dalam Musik. Harmony menekankan pada konteks emosional dari melodi yang kemudian disampaikan pada pendengarnya. Harmoni memberi warna dan mood untuk mengekspresikan suatu lagu.Harmoni consonant menghasilkan bentuk yang beragam, gembira atau sedih, terang-gelap, up-beat/slow. Sedangkan harmoni dissonant walaupun memberi bentuk yang sama dengan consonant, namun biasanya membawa dampak negatif.
Timbre
Timbre adalah kualitas dan teksture dari Musik. Pada suara manusia, timbre dapat memberi dampak mengganggu atau menenangkan. Penyanyi dengan pitch yang tepat belum tentu memberi kenyamanan bagi pendengar jika timbre suaranya terdengar mengganggu.
Words
Lirik suatu lagu menentukan arti dari lagu tersebut. Torres&Torres menjelaskan tentang lirik lagu yang terlalu banyak diulang sehingga tidak memberi arti bagi pendengarnya. Lirik lagu sebaiknya mudah dimengerti dan memiliki arti. Relevan dengan komposisi musiknya.
Rhythm dan Tempo
Rhythm terjadi setiap saat dalam kehidupan kita. Dalam tubuh manusia (detak jantung, denyut nadi, pernafasan, tekanan darah, kontraksi otot dsb) dan juga lingkungan hidup kita (binatang, tumbuhan). Penelitian menunjukkan bahwa auditory cortex dan motor cortex menstimulasi pergerakan rhythm. Ritmik yang didengar manusia memberi respon terhadap pergerakan tubuh. Rhythm salah satu hal penting dalam Musik, memberi efek terhadap pendengar akan suatu lagu. Terdapat empat faktor dasar pada rhythm[1] “Music Therapy, Sensory Integration and the Autistic Child” by Dorita S.Berger", yaitu:
Pulse. Pulse atau biasa disebut ‘beat’ merupakan ketukan yang menunjukkan kuat atau lemahnya beat, misalnya pada irama march empat ketuk, strong-weak-strong-weak ketukan kuat jatuh pada hitungan satu dan tiga. Dalam tubuh manusia ketika secara psikologi pulse berada pada fase tidak menentu maka pulse tersebut akan berdampak pada kondisi tubuh seperti efek domino yang akan menjalar ke seluruh bagian tubuh. Dalam hal ini Musik terapi sangat diperlukan untuk membentuk fungsi motorik dan ritmik dalam tubuh yang sesuai dengan kondisi fisik pendengar.
Pattern
. Ritmik pulse akan membentuk ritmik pattern dalam suatu Mu
sik. Ritmik pattern memberi signal pada otak untuk selalu merespon variasi ritmik pada musik yang didengar. Otak akan lebih mudah memproses ritmik dengan pattern daripada ritmik yang acak sehingga tubuh akan menerima dengan teratur pula.
Repetition
. Ritmik yang efektif adalah ritmik yang memiliki pengulangan secara natural. Ritmik repetition memiliki kekuatan dalam mengendalikan tubuh manusia untuk tetap stabil, fokus dan mampu beradaptasi dengan keadaan sekitarnya.
Tempo
.
Tempo merupakan kecepatan dari ritmik. Variasi tempo memberi respon yang berbeda pada otak. Musik dengan tempo very slow memberi respon otak untuk tenang dan beristirahat. Tempo cepat merangsang otak untuk bekerja cepat, ini sangat efektif bagi terapi yang membutuhkan respon pada motorik.Tempo dan ritmik yang disharmonik juga akan merusak tubuh. Disharmonik tempo (lebih dari range 60-120 beat/mnt) akan membuat tubuh merespon dengan tidak menentu.

Untuk memberikan terapi Musik yang tepat, sangatlah dibutuhkan pengetahuan akan Musik secara mendalam.

sumber:materi kuliah Master Degree of Music Therapy-Institut Musik Daya Indonesia